Desa Rowokangkung.
Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur — Kawasan agraris potensial penopang ekonomi daerah berbasis perikanan darat dan komoditas tani unggulan.
Biodata Pemerintahan Desa
Kepala Desa
Totok Hariyanto
Luas Wilayah
1.952,6 Hektar
Jumlah Penduduk
8.781 Jiwa
Wilayah Dusun
4 Dusun Utama
Letak & Batas Wilayah Administratif
Secara geografis, Desa Rowokangkung terletak di dataran rendah yang subur di sebelah timur Kabupaten Lumajang. Desa ini berbatasan langsung dengan sentra perkebunan tebu rakyat dan didukung oleh akses irigasi melimpah yang bersumber dari wilayah pegunungan sekitar.
Visi Pembangunan Desa
"Mewujudkan tata kelola pelayanan prima dan pembangunan Desa Rowokangkung yang mandiri, maju, berbasis pertanian & perikanan darat guna mencapai masyarakat yang berdaya saing tinggi dan sejahtera."
Pilar Utama Perekonomian Desa
Sektor Pertanian Padi & Palawija
Didukung oleh sistem irigasi subur sepanjang tahun, persawahan padi dan palawija menjadi penopang pangan utama sekaligus lapangan kerja mayoritas penduduk desa.
Perkebunan Tebu Rakyat
Wilayah utara desa didominasi perkebunan tebu produktif yang menyuplai bahan baku untuk Pabrik Gula Jatiroto, menyerap banyak tenaga kerja lokal sebagai buruh tani.
Sentra Perikanan Air Tawar
Rowokangkung memiliki pasokan air tanah yang melimpah, dimanfaatkan warga untuk mengelola kolam budidaya Ikan Gurami dan Nila yang didistribusikan ke tingkat regional.
Peternakan Lembu Potong
Pengembangan ternak sapi potong terus berkembang, memanfaatkan sisa jerami dan limbah hasil tani pertanian desa sebagai pakan ternak hijau organik.
Hilirisasi Zero-Waste Terintegrasi di Rowokangkung
Gurami, jagung, dan kangkung dipanen langsung dari kelompok pembudidaya ikan dan tani Desa Rowokangkung.
Bagian daging utama diolah menjadi makanan kemasan bernilai jual tinggi, sementara kulit dan batang diolah menjadi pakan serta pupuk.
Pupuk organik disalurkan kembali untuk menyuburkan ladang kangkung, dan pakan organik disuplai ke kolam ikan warga.
Mendorong Potensi Desa Menuju Kemandirian Ekonomi
Melalui implementasi digitalisasi dan teknologi hilirisasi sirkuler Jagatara, limbah pertanian yang sebelumnya tidak terpakai kini menjadi produk turunan bernilai jual tinggi. Kemitraan ini berhasil memangkas pengeluaran pakan pembudidaya gurami desa, menyuburkan lahan sawah dengan pupuk alami, dan mendongkrak omzet pendapatan rumah tangga petani Desa Rowokangkung.